Mengenang Yellowpages, Sejarah dan Perkembangannya

yellowpages

Saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tidak mengenal apa itu buku Yellowpages. Namun bagi yang hidup di era 80-90an, begitu mendengar nama Yellowpages, segera terbersit dalam ingatan adalah sebuah buku tebal berwarna kuning berisi daftar nomor telepon para pelanggan Telkom. Nah, meski sudah begitu mengenal buku kuning yang satu ini, tetapi masih sedikit orang yang mengetahui sejarah Yellowpages dan perkembangannya sampai saat ini. Karena itu, simak informasi seputar Yellowpages berikut.

Sejarah Yellowpages

Sesungguhnya Yellowpages ini tak hanya dikenal di Indonesia. Yellowpages juga dikenal di negara-negara lainnya. Istilah Yellowpages muncul pertama kali di Cheyenne, Wyoming pada 1883. Ketika itu sebuah percetakan yang sedang mencetak buku petunjuk telepon kehabisan kertas berwarna putih dan terpaksa menggunakan kertas berwarna kuning.

Tiga tahun kemudian, Reuben H. Donnelley secara resmi meluncurkan buku telepon Yellowpages yang selanjutnya menjadi sebuah industri besar. Di masa awal kehadirannya, Yellow Pages belum memiliki logo dua buah jari yang seperti sedang berjalan seperti saat ini. Logo yang dikenal dengan istilah “Walking Fingers” ini baru diciptakan pada 1962 oleh seorang seniman Inggris bernama Henry Alexander.

Dalam perkembangannya, Yellowpages takhanya hadir di Amerika Serikat tetapi juga merambah ke berbagai negara di dunia. Lebih dari 75 negara di seluruh dunia menggunakan Yellowpages yang disusun dan diterbitkan oleh perusahaan yang berbeda-beda.

Nama Yellowpages di beberapa negara kemudian mengalami perubahan. Misalnya saja di Belanda, Yellowpages dikenal dengan nama Golden Pages. Di Jepang, Yellowpages dikenal dengan nama Town Page. Sedangkan di Sri Lanka, Yellowpages dikenal dengan nama Rainbow Pages atau Silver Page.

Yellowpages di Indonesia

Di Indonesia, apa itu Yellowpages baru dikenal pada 1980. Yellowpages versi Indonesia disusun dan diterbitkan oleh salah satu anak perusahaan Pertamina yang kala itu bernama PT. Elnusa Yellow Pages.

Anak perusahaan Pertamina ini memang secara khusus didirikan untuk menyediakan informasi telepon kepada para pelanggan Telkom di seluruh Indonesia. Mulai dari nomor telepon rumah, nomor telepon kantor-kantor lembaga pemerintahan, berbagai perusahaan besar, menengah dan kecil, nomor telepon berbagai layanan masyarakat yang penting untuk diketahui seperti kantor polisi, rumah sakit, serta pemadam kebakaran.

Lima belas tahun kemudian, PT. Elnusa Yellow Pages ini berganti nama menjadi PT. Infomedia Nusantara atau yang lebih dikenal dengan nama Infomedia. Tak sekadar mengalami perubahan nama, kepemilikan saham perusahaan ini pun juga mengalami perubahan. PT. Telekomunikasi Indonesia atau Telkom menguasai saham perusahaan ini sebesar 51%, sedangkan Elnusa memiliki saham sebesar 49%.

Barulah pada 2009, PT. Multimedia Nusantara atau Metra yang merupakan anak perusahaan Telkom membeli saham Elnusa. Sehingga saham PT. Infomedia Nusantara dimiliki oleh Telkom Group seluruhnya dengan komposisi 51% milik Telkom dan 49% dimiliki oleh Metra.

Dengan kepemilikan saham di tangan Telkom Group ini, PT Infomedia Nusantara menjadi semakin maju dan berkembang. Infomedia memfokuskan layanannya dalam dua bidang penting yakni layanan Contact Center dan Outsourcing Services serta layanan Digital Media Rich Content.

Dalam perkembangannya, buku telepon yang diterbitkan Infomedia takhanya berisi daftar nomor telepon, tetapi juga dilengkapi dengan iklan-iklan bisnis di halaman-halaman belakang. Bagi sebagian pelaku bisnis yang jeli, peluang untuk beriklan di Yellowpages menjadi peluang promosi yang jitu. Sebab ketika konsumen membutuhkan suatu layanan atau barang, maka Yellowpages menjadi andalan mereka.

Di sinilah iklan-iklan usaha berpeluang untuk dilihat dan dihubungi. Namun setelah 30 tahun menerbitkan buku telepon, kini Infomedia menghadirkan daftar pengguna telepon dalam format yang berbeda yakni dalam format digital ebook dan compact disk (CD). Format baru ini diluncurkan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin condong ke era digital.

Sementara untuk segmen bisnis, Infomedia meluncurkan media yang berisikan iklan dengan sedikit berita. Dua media iklan yang diluncurkan Infomedia pada 2005 adalah Metro Yellow Pages yang beredar di kawasan Bandung dan Darmo Yellow Pages yang beredar di kawasan Surabaya.

Sedangkan layanan Contact Center yang disediakan Infomedia menawarkan jasa outsourcing untuk memasarkan dan meningkatkan layanan para pelanggan dari mitra Infomedia. Pengguna layanan Contact Center ini antara lain Bank Jabar dan layanan call center Telkomsel.

Sedangkan untuk menggarap segmen bisnis digital media, Infomedia mendirikan PT. Metra Digital Media (MD Media). PT. Metra Digital Media atau yang lebih dikenal dengan nama MD Media ini didirikan pada 1 Mei 2013. Perusahaan baru ini secara khusus dibentuk untuk mengelola bisnis informasi, media dan Edutainment.


Jika masih penasaran dan ingin mendapatkan lebih banyak wawasan, ada artikel referensi lainnya di Data Referensi:


Versi Online Yellowpages

Seiring perkembangan teknologi, Yellowpages yang pada awalnya hanya berbentuk cetak kini sudah berkembang dan meluncurkan versi online. Berbeda dengan buku Yellowpages yang diterbitkan oleh Infomedia Nusantara, Yellowpages.co.id dikelola oleh PT. Metra Digital Media.

Versi Yellowpages online yang beralamat di Yellowpages.co.id memiliki isi yang berkaitan dengan segmen bisnis dan ekonomi mulai dari pariwisata, telekomunikasi, asuransi, perbankan, agribisnis hingga pertambangan dan energi. Website yang didominasi warna kuning tersebut menyediakan pilihan informasi dalam bahasa Indonesia dan juga dalam bahasa Inggris sehingga bisa menjangkau pembaca baik masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Di website ini pula, para pengguna layanan Yellowpages bisa memanfaatkan fasilitas pencarian dengan mudah untuk menemukan suatu layanan, perusahaan, alamat, nomor telepon hingga peta suatu tempat. Selain itu, tersedia pula informasi yang lengkap mengenai layanan publik seperti Palang Merah, PLN, Badan SAR nasional, dinas kebakaran dan lain sebagainya. Yellowpages versi online ini juga menyediakan aplikasi mobile Yellowpages Indonesia untuk Android, iOS, Blackberry dan Windows Phone.

Sampai saat ini, Yellowpages.co.id telah memiliki 700 ribu database dengan 3000 klasifikasi bisnis. Database ini terus mengalami pembaharuan secara berkala agar mampu menyajikan informasi yang akurat.

Berbekal 700 ribu database tersebut, halaman Yellowpages.co.id telah mampu menarik pengunjung sebanyak kurang lebih satu juta pengunjung per bulan. Dua puluh persen dari jumlah tersebut merupakan pengunjung yang berasal dari mancanegara.

PT. Metra Digital Media memang tak setengah-setengah dalam menggarap versi online halaman Yellowpages Indonesia. Hal ini terbukti dari keberhasilan halaman Yellowpages.co.id menyabet penghargaan sebagai situs Indonesia terbaik 2004-2005 versi Komputeraktif Award 2004 dan pada Agustus 2005 terpilih menjadi salah satu finalis BUBU Awards.

Halaman Yellowpages.co.id ini juga terhubung dengan beberapa situs yang dikelola di bawah bendera Infomedia yakni situs Infojajan.com yang menyediakan informasi seputar tempat-tempat kuliner Indonesia dan  situs YPTravel.com yang memuat tempat-tempat wisata pilihan di seluruh nusantara. Kemudian situs Tabloid Yellow Pages yang berisi berita-berita aktual dari beragam kategori.

Lantas bagaimana cara memasang iklan usaha di Yellowpages? Untuk memasang iklan di Yellowpages caranya sangat mudah. Para pelaku usaha cukup mendatangi kantor pemasaran Yellowpages Indonesia. Demikianlah sedikit informasi yang bisa menambah pengetahuan seputar apa itu Yellowpages.

Anda telah membaca informasi tentang "Mengenang Yellowpages, Sejarah dan Perkembangannya" yang telah dipublikasikan oleh Data Referensi. Semoga menambah informasi dan bermanfaat.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *